Tampilkan postingan dengan label hacking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hacking. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Oktober 2010

Cara Mudah Hacking capive portal Wireless

Ada beberapa cara yang biasa dipakai oleh administrator jaringan Wireless untuk mencegah orang asing terhubung ke internet. yaitu dengan memanfaatkan otentikasi WEP, WPA dan juga Captive Portal. untuk melakukan hacking pada setiap jaringan tersebut membutuhkan cara yang berbeda pula. namun, pada artikel kali ini saya akan mencoba menjelaskan kepada anda secara khusus cara hacking jaringan Wireless dengan fitur keamanan berupa Captive Portal.

Pernahkah anda ketika berkunjung ke hotspot cafe diharuskan memasukkan username dan password?, jika halaman login muncul ketika anda pertama kali membuka web browser, maka jenis keamanan yang dipakai di tempat itu merupakan jenis Captive Portal. Captive portal adalah suatu sistem otentikasi yang diberikan sebuah Access Point dengan memanfaatkan Halaman Web. cara kerja sebuah captive portal adalah dengan memberikan sebuah halaman web kepada user yang hendak terhubung kepada sebuah Access Point Wireless. adapun teknik yang saya gunakan pada artikel ini berdasarkan cara kerja Access Point yang kurang optimal karena hanya mengenal user berdasarkan IP Address dan Mac Address.

Step untuk melakukan hacking Captive portal pada jaringan wireless adalah sebagai berikut:
1. Menghubungkan PC ke sebuah AP (access point)
2. Scanning komputer client
3. Samakan IP dan Mac Address dengan PC lain yang telah terhubung.
4. Restart Wireless Interface

Wireless Hacking in action
Saat ini saya sedang libur kuliah dan pulang ke kampung halaman tercinta setelah 2 tahun lamanya pergi. Tanpa saya sangka ternyata di daerah rumah tempat saya tinggal telah dibuka jasa internet wireless dimana seseorang bisa ber-internet ria ditempat-tempat yang dapat dijangkau sinyal. sebagian orang didaerah kami berlangganan jasa internet wireless tersebut dengan memanfaatkan antenna sehingga dapat berinternet didalam rumah.
saya juga tidak mau ketinggalan, kemudian dengan memanfaatkan USB Wifi seharga 200rb-an saya merakit sebuah antenna kaleng dan hasilnya sangat memuaskan , koneksi ke Access Point sangat baik.
bentuknya kurang lebih seperti ini:

ketika membuka web browser, tampil sebuah halaman login agar bisa menggunakan internet (sampai sini tahap pertama, yaitu menghubungkan PC ke AP telah berhasil). username dan password dapat kita minta kepada penyedia jasa internet setelah membayarkan sejumlah uang. jika ingin memiliki username dan password yang bisa aktif selama satu bulan maka saya harus membayarkan sejumlah Rp.99rb.. hmmm.. jumlah yang perlu diperhitungkan bagi anak kost... ^^



Namun, tidak perlu repot-repot membeli atau menebak-nebak username dan password, karena  dengan memanfaatkan kelemahan dari Access Point kita dapat melewati halaman login tersebut dan menggunakan internet dengan gratis.

Tahap 2. Scanning komputer client
yang dimaksud dengan scanning adalah melihat siapa saja user/PC yang terhubung ke AP. ada banyak tool yang bisa dipakai. namun, yang saya gunakan kali ini adalah tool ringan bernama netcut. berikut adalah hasil scanningnya.
bisa kita lihat diatas banyak calon korban yang bisa kita manfaatkan. :). dan saya memutuskan untuk memilih pasien dengan IP Address 192.168.1.100 yang juga memiliki Mac Address atau Physical Address 00:02:6F:6A:7C:B4

Tahap 3. Samakan IP dan Mac Address dengan PC lain yang telah terhubung.
Saat ini komputer saya memiliki IP Address 192.168.1.16 dan Mac Address xx:xx:xx:xx:xx:xx (rahasia dong.. hehehe). selanjutnya saya tinggal mengubah IP Address dan Mac Address komputer saya dengan IP Address 192.168.1.100 dan Mac Address 00:02:6F:6A:7C:B4 (alamat komputer korban).
untuk mengubah IP Address di Windows XP kita dapat pergi ke: Control Panel=> Network Connections, Klik kanan Wireless Network Connection, Properties, Scroll ke bawah hingga menemui pilihan "Intenet Protocol (TCP/IP)" dan double klik disitu. kemudian muncul sebuah jendela baru dan saya isikan seperti ini:
keterangan:
IP Address : diisikan dengan IP Address komputer korban
Subnet Mask : dapat terisi secara otomatis
Default Gateway : IP Address dari Access Point (bisa dilihat dengan menggunakan netcut) 
Preffered DNS Server : memilih layanan DNS server yang ada didunia maya (8.8.8.8 adalah milik google) 
Alternate DNS Server: cadangan DNS server jika yang pertama sedang bermasalah.

NB: jika anda ingin lebih jelas mengenai setting IP Address ini, anda dapat membaca terlebih dahulu artikel saya tentang dasar IP Addressing disini 

Tahap  4. Restart Wireless Interface
Control Panel=> Network Connections, klik kanan Wireless Network Connection dan pilih disable. setelah mati, kembali klik kanan dan pilih enable.

Sampai sini 4 tahap mudah ini telah kita jalani, sekarang tinggal testing.. n_n

saya buka web browser dan tidak muncul lagi halaman yang meminta username dan password. saya pergi ke google.com dan tidak ada masalah, bahkan koneksi disini sangat kuuenceng.


kemudian saya mencoba mendownload sebuah file dari internet..... dan hasilnya sangat fantastis. kecepatan download maximal bisa mencapai 200Kbps (kecepatan mendownload paling kenceng yang pernah saya temui).. padahal di kos saya di jogja yang memakai langganan telkom speedy maksimal kecepatan download hanya sampai 60Kbps. 


keren....... kenceng n gratis lagi.... hehehhehee... asik.... tarik mang.... :D


Summary
1. kemaanan jaringan internet dengan memanfaatkan fasilitas captive portal adalah kemanan yang paling dasar dan mudah ditembus, paling parahnya lagi, sistem keamanan captive portal adalah yang paling banyak dipakai, baik di kampus-kampus, cafe atau bahkan di deket rumah anda juga... :).
sebagai tambahan bagi para administrator jaringan wireless, jika ingin mengamankan jaringan anda dari orang-orang yang maunya gratisan melulu, lebih baik anda menambahkan sistem otentikasi berupa WEP key ataupun WPA karena lebih aman.

2. teknik yang saya gunakan masih memiliki sedikit kelemahan, yaitu terkadang di komputer kita muncul sebuah notifikasi yang mengatakan bahwa terjadi konflik IP Address dalam jaringan, hal ini dikarenakan pada jaringan tersebut terdapat 2 komputer yang memiliki IP yang sama (komputer kita dan komputer korban).
READ MORE - Cara Mudah Hacking capive portal Wireless

Cara menutup port terbuka

Agar sebuah node dapat terhubung dengan  node lainnya, dibutuhkan minimal sebuah port (gerbang ) yang terbuka yang nantinya akan digunakan sebagai saluran komunikasi. Sebagai analogi: saat ini saya sedang berada di sebuah terminal,  Untuk pergi ke daerah A saya harus naik bus dengan label ’jablay’, sedangkan untuk pergi ke daerah B saya harus naik bus dengan label ‘Jomblo’,
demikian pula apabila saya bermaksud pergi ke daerah-daerah lainnya. Seperti itulah kira-kira saat computer berkomunikasi. apabila kita bermaksud menggunakan suatu layanan , kita ambil contoh layanan ‘telnet’, maka computer akan membuka port 23 yang menjadi port default telnet. Demikian juga jika ingin menjalankan fasilitas ftp pada computer maka yang terbuka adalah port 21 (port default ftp).  Jika semua port pada computer ditutup, maka tidak ada bedanya dengan kita mencabut/memutus kabel jaringan internet pada jaringan kita.

Tanpa anda ketahui, seorang hacker bisa saja melakukan scanning port yang terbuka dan memanfaatkannya untuk masuk kedalam sistem anda. Untuk melihat port mana saja yang terbuka pada computer anda dapat mengetikkan perintah ‘netstat -a’ pada layar command prompt.

Untuk menutup port yang terbuka, anda dapat mematikkan service yang berjalan pada computer anda. Sebagai contoh jika yang terbuka adalah port 23 (telnet), maka anda dapat mematikkan service ini pada Start=>control panel=>administrative tool=>services=>telnet.. Pastikan pada bagian  service status menjadi stopped atau disable. Demikian juga jika ingin mematikkan layanan chatting dengan net  send kita dapat memilih service dengan nama ‘messenger’. Untuk lebih lengkapnya cara menjalankan atau mematikkan suatu service anda dapat membacanya pada artikel lain tentang service telnet pada blog ini, disini.  
 
Bagaimana?, saya rasa sampai disini kita sudah bisa melihat bahwasanya untuk menutup sebuah port, maka kita harus mematikkan service yang berjalan pada computer yang bersangkutan… hmmm… pertanyaannya sekarang, bagaimana jika kita tidak tahu yang manakah yang menjadi port default suatu layanan?, apa nama service yang harus dimatikan?,.. atau bagaimana jika port yang harus ditutup sangat banyak?, bukankah akan membingungkan kita sendiri?...

Cara alternatif lebih mudah yang bisa kita gunakan untuk menutup port terbuka adalah dengan menggunakan sebuah aplikasi portable kecil yang bernama  CurrPorts. Anda bisa mendownloadnya disini. Silahkan download dan jalankan. 


Coba anda perhatikan jalannya aplikasi ini... agar sebuah port terbuka, maka harus ada aplikasi yang berjalan dibelakangnya. Untuk menutup port yang bersangkutan, anda dapat klik kanan pada aplikasi yang bersangkutan lalu memilih opsi ‘Close selected TCP Connections’ atau ‘Kill processes of selected port’.  Perlu anda ingat bahwa tool kecil ini mematikkan aplikasi yang berjalan tidak secara permanen sehingga setiap kali anda restart maka port yang anda tutup sebelumnya akan terbuka kembali.
Hmmm…. Bagaimana ??,  cara diatas cukup mudah diterapkan bukan?..  demikianlah dengan menutup port yang terbuka kita dapat meminimalkan upaya hacker untuk meretas system yang kita miliki. Yang jelas, jangan  sembarangan menutup port, nanti malah komputer anda tidak bisa terkoneksi kemanapun.. :)
READ MORE - Cara menutup port terbuka

Sign by Danasoft - For Backgrounds and Layouts

SPoNSoR BLoGs